Setiap orang yang mendengar sebutan kampung bahasa inggris di pare kediri Indonesia ini, pasti akan terlintas di benaknya bahwa di kampung tersebut terdapat banyak orang kulit putih atau bule yang dalam kesehariannya menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasinya sehari-hari.

Bisa juga terbayang didalam benaknya orang-orang tersebut bahwa di kampung bahasa inggris itu semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa semua penduduk setempat menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa utama sehari-hari.

Paling tidak hampir seperti itulah beberapa media massa baik itu online maupun offline memberitakannya.

Ada beberapa anggapan yang mendekati kebenaran akan tetapi apa yang diberitakan media massa tersebut tidak semuanya semuanya sesuai dengan kenyataan yang ada, malahan banyak berita yang disampaikan cenderung berlebihan dalam penulisannya. 

Kami berharap postingan artikel kali ini dapat memberikan pandangan menyeluruh terhadap kondisi asli kampung inggris di kediri jawa timur kepada anda

Mulai dari sejarah asal mula dan kami juga ingin membenahi beberapa anggapan yang tidak benar terhadap kampung bahasa inggris ini.


Sebutan Kampung Bahasa Inggris


Disebutnya nama kampung bahasa inggris tersebut sebenarnya bukanlah nama resmi atau sebutan formal dari desa dimana kampung ini berada.

Nama tersebut selebihnya merupakan julukan, atau sebutan, atau nick name dari dua buah dusun dari dua buah desa.

Dusun dan desa tersebut yaitu dusun singgahan desa pelem disepanjang jalan anyelir dan jalan veteran, dan dusun mangunrejo desa tulungrejo disepanjang jalan brawijaya dan jalan kemuning.

Kedua dusun dan desa ini berada di kecamatan pare kabupaten kediri provinsi jawa timur.

Layaknya suasana perkampungan di pedesaan Indonesia pada umumnya, suasana di kampung ini damai dan jauh dari kebisingan kota-kota besar metropolis.

Meskipun ketika cuaca panas dimusim kemarau semilir angin dari lereng gunung kelud cukup menjadi penyejuk suasana.

Dan sudah pasti, semua penduduk di kampung dengan sebutan kampung bahasa inggris ini adalah orang indonesia asli dengan mayoritas dari suku jawa.

Sesuai dengan penjelasan di paragraf sebelumnya, sudah jelas bahwa penduduk di kampung bahasa inggris ini bukanlah orang kulit putih atau orang bule.

Memang terkadang ada satu atau dua orang bule yang terlihat di kampung ini tetapi mereka tidak tinggal disini.

Biasanya mereka hanya kebetulan melintasi daerah kediri karena sedang travelling lalu mampir ke pare untuk melihat kampung ini.

Lalu apa alasannya hingga kampung di pare kediri ini mendapat sebutan kampung bahasa inggris?

Awal mulanya karena ada wartawan yang sedang berada di kampung ini mendapati banyak orang yang berbicara dengan menggunakan bahasa inggris, siapakah mereka?

Mereka adalah murid-murid lembaga kursus bahasa inggris BEC dan warga kampung ini yang pernah belajar bahasa inggris di tempat kursus bahasa inggris asuhan bapak H. Muhammad Kalend Osen tersebut.

Jadi banyak yang bisa berbicara bahasa inggris karena pernah belajar bahasa tersebut bukan karena bahasa tersebut merupakan bahasa asli warga kampung bahasa inggris ini.

Seiring berjalannya waktu banyak orang-orang baik itu tua maupun muda yang berbondong-bondong datang ke kampung ini ingin belajar bahasa inggris.

Dan seiring dengan itu pula banyak orang dari luar kota yang melihat kondisi ini sebagai sebuah kesempatan bisnis kemudian membuka tempat kursus bahasa inggris di kampung ini.

Banyaknya tempat kursus bahasa inggris yang beroperasi di kampung bahasa inggris ini, yang menurut kepala dusun mangunrejo bapak Wahyudi jumlahnya sampai ratusan lembaga kursus.

Tetapi yang memiliki ijin sebagai lembaga kursus bahasa inggris dari dinas pendidikan jumlahnya hanya seratusan.

Karena di kampung ini merupakan sebuah open society, tempat kursus yang tidak memiliki ijin pun tidak merasa terbebani.

Ada lembaga kursus yang buka kelas hanya untuk rombongan atau group saja, ada juga yang tahun lalu buka tahun ini sudah tutup.

Tetapi silih berganti tempat kursus yang lama ditambah dengan yang baru jumlahnya tempat kursus masih ratusan.

Karena banyaknya tempat kursus bahasa inggris itu jugalah yang membuat kampung bahasa inggris ini termasuk salah satu pusat pembelajaran bahasa inggris yang terbesar di Indonesia.

Dari banyaknya tempat kursus bahasa inggris, banyaknya siswa kursusan bahasa inggris, dan warga kampung juga ada yang bisa berbahasa inggris itulah yang membuat suasana kampung bahasa inggris ini enak buat belajar.

Bukan hal yang mengherankan atau gak bakal ada yang mencemooh “sok inggris loe” jika anda dijalan ataupun di warung berlatih bahasa inggris atau sedang berlatih conversation dengan teman anda.

Lingkungan kampung ini benar-benar sangat mendukung untuk anda belajar bahasa inggris.


Sejarah Kampung Inggris Pare Kediri


Sejarah Kampung Bahasa Inggris Pare Kediri
bec sejarah awal kampung bahasa inggris pare
Lalu bagaimana dengan sejarah cerita kampung kecil di pare kediri ini bisa menjadi salah satu tempat pembelajaran bahasa inggris yang terbesar di negara ini?

Sejarah kampung inggris di pare kediri jawa timur ini diawali dari tempat kursus bahasa inggris bapak H. Muhammad Kalend Osen beliau namakan BEC.

Tentu saja tempat kursus bahasa inggris beliau tersebut tidak langsung besar seperti sekarang. Tempat beliau pertama mengajar bahasa inggris adalah di lingkungan masjid darul falah

Ketika itu beliau masih ikut almarhum ustadz Ahmad Yazid, mewakilinya mengajar bahasa inggris untuk warga kampung yang ingin belajar bahasa inggris.

Hingga akhirnya mengajar bahasa inggris dirumah beliau sendiri dan diberi nama BEC atau basic english course karena semakin ramai yang datang untuk belajar bahasa inggris di tempat beliau.

Dan seiring berjalannya waktu menjadi sebuah lembaga kursus bahasa inggris yang memiliki nama besar dengan gedungnya yang megah.

Itulah perjuangan bapak H. Muhammad Kalend Osen yang diawali dengan niat sedekah ilmu secara istiqomah kepada warga kampung yang membutuhkan belajar bahasa inggris.

BEC terkenal karena kualitas lulusannya, mereka yang lulus dari BEC bisa berbicara bahasa inggris dengan spontan dan benar secara gramatikal.

Jadi kualitas itulah yang membuat BEC menjadi terkenal tanpa promosi di media masa atau dalam bentuk apapun.

Semakin lama semakin banyak yang datang dari seluruh nusantara ke pare kediri ingin belajar bahasa inggris di tempat kursus tersebut.

Sedangkan tempat kursus tersebut memiliki batas jumlah peserta terkait dengan tempat belajar yang ada.

Karena banyak yang tidak kebagian kuota di BEC itulah yang menyebabkan banyak orang luar kota memandangnya sebagai kesempatan bisnis lalu menyewa rumah penduduk untuk membuka tempat kursus bahasa inggris.

Tempat-tempat kursus bahasa inggris yang bermunculan tersebut menawarkan bermacam-macam menu dengan materi-materi bahasa inggris yang dijual secara terpisah atau parsial.

Lainnya halnya dengan tempat kursus bapak Kalend yang mengajarkan bahasa inggris secara general dalam waktu 6 bulan.

Dari lancarnya conversation murid-murid BEC dan warga kampung yang pernah belajar bahasa inggris di bapak H. Muhammad Kalend Osen itulah yang menyebabkan wartawan di salah satu media massa sangat tertarik

Kemudian memberikan sebutan Kampung Inggris atau kampung bahasa inggris untuk desa di pare kediri jawa timur ini.

Tidak semua warga kampung ini bisa lancar berbahasa inggris kecuali yang pernah belajar di tempat kursusnya bapak Kalend.

Begitulah kurang lebihnya yang dapat kami sampaikan sejarah mengapa kampung di pare kediri jawa timur ini bisa mendapatkan sebutan kampung bahasa inggris. 

Jika anda masih penasaran ingin merasakan langsung kursus bahasa inggris untuk basic di kampung bahasa inggris ini, anda bisa daftar kursus ke VOC Kampung Inggris Pare.

Untuk melihat program dan biayanya anda bisa lihat di halaman biaya kampung inggris dan halaman daftar kampung inggris untuk daftar dan mengikuti program kursus di VOC Pare.